Free Dive di Karimunjawa Part 2 – December 2011

Adam Nyilem

Setelah capek snorkling dan lihat pemandangan laut ya dahsyat, sekitar jam 12 siang kita bergerak ke suatu pulau dengan pasir putihnya, para kru kapal mulai membakar makan siang, menunya….ikan bakar….menu paporit tentu saja ikan kerapu, mulai dari kerapu kambing (kerapu rasa kambing), kerapu tikus (kerapu rasa daging tikus….yaakkkkk), kerapu babi (rasa babi tapi halal….hehehe), harusnya memang ada kerapu barbeque, kerapu keju dan kerapu rumput laut, keripik kentang kaleeeee. Di pulai itu ada kira2 3 rumah yang berandanya dipake untuk makan, ada group lain yang makan di bawah pu’un, kalau saya tidak salah ingat, ada 4-5 rombongan di pulau itu.

Setelah beres makan siang, kita berlayar lagi ke lokasi lain, ngapain? apa lagi kalau bukan snorkling….edun….kali ini saya diajarin nyilem, ambil nafas jangan terlalu banyak, volume udara di paru kebanyakan bikin sulit nyelem, makanya hirup sekedarnya saja…tahan terus nungging dan nyilem kebawah…well…gak semudah yang dikira…perasaan takut kehilangan oksigen, takut kaki kejepit dan ga bisa mencapai permukaan dan takut ketelen aer laut semuanya campur aduk, hari itu saya beberapa kali nelen aer laut….dan terbatuk-batuk panik….so lame dude!

Om TangMush Mangap

Setelah kira2 1-2 jam kita berlayar lagi menuju sebuah pulau…well bukan pulau sih tepatnya pasir putih di tengah laut biru….aneh sekali….saking dangkalnya ada bagian dasar laut yang menyembul dan bisa kita pijak tanpa menyentuh air laut, dan semuanya bening…..Dari jauh terlihat biru muda warnanya, itu tandanya dibawah ada pasir putih…. Ada 2 group yang menepi ke lokasi ini, di group lain ada seseorang culun yang memakai kaos I love Bali….what the…?? this is Karimunjawa you 89&*&^&^%%$$*(&#*!!! How dare you hehehehehe.

Kira2 kita di lokasi ini sekitar 30 menit, cuaca cukup cerah berawan, arus lautpun cukup tenang, sinar matahari sore menambah hangat tidur2an di secuil daratan berpasir putih ini.

Setelah dari lokasi ini para penumpang kapal dibawa pulang, waktu masih menunjukkan pukul 4 sore, masih cukup sore untuk pulang ke penginapan, konon karena arus laut yang cukup kuat dan membuat acara snorkling di beberapa lokasi tidak begitu nyaman lagi, menurut para crew, harusnya air laut bisa lebih bening lagi, sehingga pemandangan bawah lautnya tambah dahsyat. Dari pelabuhan kita jalan kaki karena lokasi homestay nya memang dekat dengan pelabuhan. Jam 5 an begitu, listrik belum nyala, makan malam sudah tersedia…guess what?? yupe….. ikan lagi….gule ikan kalau tidak salah…..hhh…mulai bosan nih.

Mr and Mrs Yando (this image was taken by someone else)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
malam itu saya jalan keluar untuk mencari makanan lain selain ikan, ketemu sih nasi goreng…..tapi nasi goreng ikan huuhhuuhuu!
Homestay tempat kami menginap setiap kamar kira2 ukurannya 3×3,5 meter dengan kamar mandi didalam, dengan bathtub atau shower juragan? oooo tida bisa! cukup bak mandi dan toilet jongkok saja……., lengkap dengan lampu sedikit redup dan kipas angin, typical backpacker. Malam itu kita berusaha tidur di iringi lagu dangdut dari tetangga sebelah yang diputar kencang-kencang…. Dude…we’re trying to sleep here…..
 
Keesokan harinya saya sudah bangun jam 5 pagi….orang2 masih pada tidur, kita akan dijemput sekitar jam 8 sampai jam 9 pagi oleh kru perahu. Saya bengang bengong di teras depan rumah, pengelola homestay juga lagi nangkring di depan rumah dengan motor Yamaha Jupiter MX yang kelihatannya masih cukup baru. Saya ngobrol2 dengan bapak tersebut, nanya dimana lokasi motret matahari terbit yg bagus…di menunjukkan beberapa lokasi pantai yang bagus. Memang di paket wisata karimunjawa rata2 aktifitasnya adalah snorkling dan snorkling….tidak ada jadwal mencari pemandangan indah untuk di foto. Saya mikir, kalau snorklling melulu, kapan saya motretnya ya? Iseng2 saya ajak bapak2 tadi untuk nganterin saya mencari pantai2 indah lain, eeehhh ternyata sang bapak tadi bersedia mengantar saya, langsung deh grab my camera and hop on ke si kuda besi.
 
Perjalanan ke lokasi pantai pertama kira2 sekitar 5 KM saja, jalan aspal pun sudah berubah menjadi paving blok, menurut abang Ojek, semua tanah yang jalanannya sudah di paving blok ini sudah dibeli sama orang asing!….mmm….emang mantab buat jadi resort sih. Setelah naik turun bukit dan jalanan berkelok-kelok kita sampai di sebuah pantai sepi…air lautnya tenang sekali….geografi daratan yang menjorok ke dalam membuat tidak ada ombak sama sekali….laut pun seperti kaca…. Dan di pantai ini tidak ada yg mengelola, sehingga agak kotor di daratannya, bekas-bekas kemping seperti bungkus indomie, botol aqua dan sampah lainnya berserakan di beberapa titik. Berjalan dikit ke arah pantai akan kita dapati pasir putih dan air laut yang sangat tenang….
 

A Beach in The Morning

A Beach in The Morning

 Waktu itu jam baru menunjukkan sekitar jam 7 pagi… Cuman ada saya saja di pantai itu dan tukang ojeg yang nunggu di kejauhan…
Setelah puas foto2 saya beranjak ke abang ojek beliau mengatakan ada satu pantai lagi diujung jalan ini kalau saya minat dia mau nganterin, tanpa babibu lagi langsung saya setuju dan tancap gas melanjutkan perjalanan.
Perjalanan sekitar 1 KM saja, vegetasi pepohonan sudah sedikit berubah karena makin masuk ke daratan, jalanan paving blok masih berliku-liku sampai akhirnya jalan paving bloknya habis dan tinggal jalan setapak tanah berpasir, melewati jembatan pendek dan kita sampai di spot pantai satu lagi.
Dan benar saja ini adalah sebuah teluk yang menjorok ke dalam, sehingga air lautnya sangat tenang, hanpir tidak ada ombak. Tetapi pemandangannya tidak berbeda jauh dengan pantai sebelumnya, kotor karena banyak sampah yang ditinggalkan oleh wisatawan backpacker yang kemping di pinggir pantai ini.
Saya mulai lagi foto2 dan mencoba berkeliling dari satu ujung pantai ke ujung lainnya. Tidak ada orang lain kecuali saya abang ojek dan nelayan yang tampaknya akan merapat dari arah lautan.
Saya coba masuk ke jalan setapak ke arah hutan, pepohonan kelapa segera berubah menjadi pepohonan hutan biasa…
Tidak ada siapa-siapa disini….gak ada bule pake bikini selonjoran di tanah heuheueue…
 
Setelah cukup bosan, saya ajak bang ojek beranjak dan menuju sebuah pantai yang kali ini dikelola oleh hotel, jadi kita kembali ke arah pulang. Karena pantai ini dikelola oleh hotel, wajar saja masuk harus bayar, retribusinya adalah 10rb rupiah.
 
Pantai ini tentu saja bersih karena bisa dianggap ini adalah pantai binaan Hotel, hotelnya sendiri tampak kusam dan tua, dan keliatannya cukup sepi. Pantainya tentu saja bersih. Di ujung pantai yang dekat dengan hotel banyak terdapat batu2 karang…. spot yang menarik buat difoto… 
silent beach

silent beachsunriseRocky BeachemptyTo Nowhere

Waktu sudah menunjukkan jam 8:30, saya tau jam 9:00 kita akan dijemput untuk snorkling lagi, dan kita pun bergegas kembali ke homestay, di depan homestay Yando sudah cengar cengir bari cemberut, Kamana Wae siaaahhhh!!! hahahaha…. Kangen gua juga ternyata dia hehe. Sebagai seorang petualang sejati yang perkasa, tentu aja saya ikutan pake sun block maklum bukan takut item tapi radiasi matahari bahaya loh untuk kesehatan kulit….sumpah nek…. bhuakakakakakakaka
 
Here we go again for another snorkling time, kali ini cuaca sangat cerah, jadi kalau kemaren kita bergerak ke barat, hari ini kita bisa mencoba snorkling ke arah timur yg mana terumbu karang dan jenis ikannya lebih indah…dan kali ini saya niat kuat untuk belajar free diving hehe.
Dan benar saja…pemandangan bawah laut di spot ini indah sekali dan suangatttt besar sekali……anak saya sudah saya lepas sendirian, saya juga lepas pelampung dan diajarin nyelem…..tarik nafas tidak terlalu banyak, terus nungging dan meluncur ke bawah…. jangan lupa gaya penyelam yang elegan adalah bukan seperti berenang gaya katak atau gaya bebas, tetapi dua tangan rapat di sisi badan dan kaki seperti gaya bebas. Saya sudah bisa nyelam sekarang…..kuping sakiiitttt karena tekanan dan karena saya turun terlalu cepat, disinilah letak ke anggunan menyelam, semua harus dilakukan secara gradual dan perlahan, disini dituntut ketenangan dan kesabaran…..saya mah udah ga sabar pengen segera ke permukaan, yang penting udah dipoto di bawah laut lagi nyelem….kelihatan elegan dan professional memang, tapi behind the scene nya saya gelagapan begitu sampe di permukaan wakakakakakaka….what a lame dude…..
Cekidot bro…. Supaya gak dianggap terlalu narsis, fotonya kecil aja yak hehe
Ascending to The Surface

Ascending to The Surface

 

Pelatih Pesut

Pelatih Pesut

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Foto ke dua menurut saya adalah foto underwater pertama saya, menggunakan kamera panasonic Lumix pinjeman, object difoto tersebut sudah setuju untuk ditampilkan tanpa dibayar sama sekali, beliau….sebut saja Yando (nama samaran) adalah seorang Master Snorkler, Selain ada Master Diver, ada profesi yang tidak kalah bergengsi, yaitu master snorkler ini. Beliau sebenernya adalah pelatih selam marinir yang kemudian banting supir menjadi pelatih ikan pesut saja di ancol hehe….just kidding sodara-sodara….cerita ini fiktif belaka.
 
Seperti biasa tengah hari kita bersandar di sebuah pulau dan tebak kita makan apa? yaaa…. Ikan lagiiiiii….
anchored

anchored

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Setelah 2 spot snorkling saya sudah mulai eneg snorkling melulu, di hari terakhir kita ini, setelah snorkling sore kita mampir ke tempat penangkaran hiu dekat dermaga, konon disana kita bisa berenang dengan hiu….well sounds interesting huh…
Di tempat penagkaran ada beberapa kolam berisi ikan hiuukurannya tidak terlalu besar sih….sekitar 1 meter saja, mereka berenang dengan indahnya…..tampak tenang, tetapi begitu dicelupin ikan yang ditali ke sebuah senar dan ditarik, semua hiu seperti kesetanan, bergerak sangat cepat mengejar unpan ikan mati tsb. Penciuman ikan hiu sangat tajam, bau anyir sedikit dia akan secara naluriah mengejar. Makanya jangan sampai berdarah kalau di tengah laut hehe. Kali ini saya ingin mengajarkan anak saya bagaimana menjadi seorang yang berani, ya berani dengan nekad bedanya tipis ya, cuman saya malu juga kalau nggak berani nyemplung ke kolam ini, malu sama anak sendiri hehehe…. Akhirnya saya nyempling juga bareng Tatang….kita harus bergerak dengan perlahan supaya tidak mengagetkan om om hiu yang sedang asyik berenang ini, anak saya melihat dari atas dengan sedikit cemas, tapi saya yakinkan dia bahwa ini aman, dan akhirnya dia mau juga nyemplung ke kolam berisi ikan hiu ini. Berikut foto jang Yando sedang dikelilingi hiu2 ganas yang siap mencabik-cabik daging manusia….halah lebay….
What a really Brave Man....

Bener2 Man vs Wild yeuuhhhhh

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Finally kita pulang ke dermaga, saya sudah tidak kuat lagi untuk hunting sunset, padahal bang Ojek yang tadi pagi sudah siap nganter….bahasa latinnya kurang lebih begini: Kirang Power A’……punten….
malem ini sebelum istirahat suguhan istimewa…ikan lagi….Man!…. pengen daging ayam Kentucky hiks…. 
Keesokan harinya kita pulang ke Jepara naik di kapal Fery yang sama cuman kali ini kita nyobain kelas eksekutif…..pake AC dan ada nomer tempat duduknya….bener2 nyamaaaannnnnn……..
Kesimpulan perjalanan ke Karimunjawa bagaimana? apa kapok? atau pengen balik lagi? definitely pengen balik lagi dong….indah banget, bulan yang bagus untuk kesini adalah antara Juni, Juli, Agustus, September demikian menurut orang2 situ. Banyak paket wisata backpacker ke sini di kisaran 600rb an untuk 4 hari 3 malam. Sudah termasuk ongkos dari Lebak Bulus, makan sehari 3 kali, penginapan dan biaya perahu dan peralatan snorkling termasuk fery penyebrangan kelas ekonomi. Not bad Dude…. Cuman kalau ke Karimun jawa dari Jakarta tidak bisa selama weekend, berangkat jum’at malem dari Jakarta, kembali ke Jakarta lagi Selasa pagi. Tapi ini snorklling dan diving site yang dahsyat dibanding harus ke Raja Ampat atautempat eksotis lainnya. Setelah main snorkling dan melihat keajaiban kehidupan bawah lautm saya jadi pengen bisa diving, berikut kutipan salah satu instruktur senam…eh maksudnya istruktur selam yang saya temui…. Indonesia itu banyak sekali site untuk menyelamnya dan bagus-bagus, dari 100 tempat menyelam terbaik di dunia, 10 ada di Indonesia, jadi kalau anda jadi orang Indonesia, rugi banget kalau gak punya hobby menyelam. Begitu katanya….
Info lain: Siap2 makan ikan sepanjang traveling, sinyal Telkomsel yang terbaik, XL bagus…yang lain saya tidak faham, pulsa pun ada yang  jual disini. Hope this help dan sampai di catatan perjalanan yang lain….Cheers… 
Iklan

3 comments

  1. johny iskandar

    ah si om gado gado ceritanya

  2. Randi

    Akhirnya part keduanya nongol Juga Om….nice…! Trip selanjutnya sertakan saya heheeheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: