Chasing Dolphins in Kiluan Bay

Teman baikku, Areiyando, teman naik gunung dan teman bersaing memperebutkan rangking terakhir di SMA hehe, dia baru saja ambil cuti dari Syria….well bukan cuti sebenernya tapi mengungsi, faham kali kondisi di Syria sekarang seperti apa, jadilah dia mengungsi ke teluk Kiluan yang indah. Disana dia membangun pondok di sebuah private beach….sebuah resort ala Man vs Wild. Dan saya diundang untuk mencicipi resort miliknya, akomodasi, transport dan pernak pernik disponsori oleh anak abah hehe.

Waktu itu saya jalan dari Bandung….so lewat cipularang dari bandung bablas langsung menuju pelabuhan merak, start dari jam 7 malam….sampe merak sekitar jam 11 malem, Yando udah telpan telpun aja nanyain udah sampe mana….sampe sini saya masih cenghar alias jagjag AKA belum ngantuk. Antri di pelabuhan sekitar 1-2 jaman, nyebrang sekitar 2 jam….so sampe di bakau sekitar jam 3 pagi…. mulai teler nih…..mata udah lima watt. Semua penumpang sudah tidur sejak jam 9 malem…..cuman kebangun pas di kapal aja. Dikirain rumahnya Yando yang di lampung udah deket…..taunya alamaaaakkk masih 2 jam lagi….. tercatat setidaknya 3 kali saya berenti di pom bensin lalu coba tidur sebentar atau sekedar jalan-jalan, biasanya ngantuk hilang sejenak, jalan 10 menit mulai ngantuk lagi…..mobil sudah mulai zig zag…. akhirnya berhasil nyampe dengan bantuan GPS. Berhasil nyasaaarrr…. Ya betul akhirnya sekitar jam 6 pagi kita sampai di rumah orang lain…. bukan rumah Yando. Great!

Setelah dipandu Nuri, istrinya Yando akhirnya kita bisa juga sampe di rumah abah. Alhamdulillah. Kita istirahat dan sempet tidur siang di rumah atas. Dan menginap semalam sebelum besoknya siap pergi ke Kiluan.

Pagi-pagi beberes peralatan, kordinasi seluruh pasukan, abah dan mamah Yando sudah siap di jemput, timbul masalah…truck yang seharusnya mengangkut personel dan peralatan mogok! Harusnya kita berangkat jam 9 pagi, sa’at dzuhur kita baru bergerak ke lokasi dimana truck nya mogok, dicoba dorong dan sebagainya, untung ada aki cadangan dan coba jumper tanpa di klem kuat-kuat, berkali-kali bunga api meledak karena kita sibuk memperdebatkan mana yang plus dan mana yang minus hehehe

Alhamdulillah akhirnya nyala juga tuh truck, so memang akinya udah isdet, akhirnya kita mulai bergerak menjemput abah di bypass lampung. Para wanita dan anak anak ikut mobil, para pria dan barang naik di atas truck, seinget saya kita mulai jalan ke kiluan sekitar jam 2-3 siang. Sepanjang perjalanan anak2 seneng banget naik truck, terombang ambing jalan rusak, mengelak dari sabetan batang2 pohon diatas kepala. Sore itu benar2 mengasyikkan. Semakin dekat ke arah kiluan jalan semakin rusak, lubang2 besar menghadang tapi bukan masalah untuk mobil kelas kijang, tapi ada juga mobi sedan yang masuk ke arah ini, nekad juga. ‘

Kita sampai di kiluan sekitar jam 6-7 malem, desa ini tidak ada listriknya, cuman pake generator, kalaupun rumah ada lampunya, lampunya kecil sekali….redup. Perjalanan belum berakhir, kita masih harus memindahkan semua barang2 dari atas truck ke kapal kecil…..suasana gelap dan hujan rintik2…..kondisinya cukup memprihatinkan buat orang dewasa, anak2 tidak peduli, mereka sibuk main bola lah, kejar-kejaran lah. Sekitar jam 7 malam kita harus naik perahu kecil ke cottage Yando, satu perahu hanya bisa di isi sekitar 5 orang saja plus barang2…. suasana sangat mencekam, belum pernah saya naik perahu motor kecil begini tengah malam buta, suasana gelap…..langit mendung….serasa jadi vietcong. Awasss ada GI heuheuehue

Sampai di cottage Yando udah cape sekali, anak2 malah sibuk berburu kepiting kecil, dikumpulin di satu botol, ada puluhan, tiba2 Pitor numpahin semua kepiting itu dan bertebaran lah semua kepiting kecil dan terjadilah kehebohan anak-anak…. Suasana seperti di negara antah berantah…..hanya terdengar suara deburan ombak di keheningan malam. hiii……. (bersambung)

(lanjut cooyyy) Malam itu saya tidur pake sleeping bag di luar pake tenda ala kadarnya, kebangun sekitar jam 6, buru2 subuhan, mulai keliatan deh suasana pantainya, wuiiiihhhh di depan terpampang pasir putih, di depan cottage pepohonan cukup rindang sebelum bisa terbuka dan melihat pantai  pasir putih dan laut biru…..indah banget gan….

panjang pantai di depan cottage sekitar 400-500m di depan terlihat pulau kelapa jaraknya kira2 800m ?? Siang ini acaranya adalah mancing ke tengah laut huhuyyyyy….. Naik 2 perahu masing2 berkapasitas 5 orang termasuk nahkoda, perahu bermotor dengan kekuatan sekitar 8 PK, mancingnya gak pake apa-apa kecuali dengan kail, senar dan potongan cumi2, terus kail dan umpan cumi dicelupin ke laut terus tunggu deh……teman yang lebih berpengalaman sudah dapet 4-5 ikan, saya masih belum….hehe, tapi akhirnya menjelang pulang saya dapet 1 ikan kecil….lumayan lah gak terlalu di cela jadinya 🙂

Ikan paporit adalah Kerapu, disini ada kerapi bebek, kerapu kambing dll, konon kerapu bebek rasanya seperti daging bebek, dan kerapu kambing rasanya seperti daging kambing??? Kerapu Pizza ada gak ya? ah aya aya wae…..

Hari ke dua pagi2 saya sudah disuruh nyari lumba-lumba ke tengah laut, Yando nggak ikut??? takut dia….suruh saya bawa kamera Panasonic Lumix T3 yang waterproof untuk merekam lumba-lumba. Ada perasaan ngeri naik perahu kecil ke tengah laut….awalnya ombak masih agak tenang….makin lama makin jauh dari teluk, mulai masuk laut lepas…ombak makin menggilaaaaaaa….. perahu di depan yang mau liat lumba2 kadang terlihat kadang hilang!!!!! ombak kira2 tingginya 2 meteran….dan ombak datang dari kiri, dari depan, kadang dari kanan…..hiiiiiii seram…..kalau kecemplung hiiiiii dibawah ada ikan apa aja ya? serem banget gan, baru sekali nih ke tengah laut pake perahu kecil begini 😦 mau minta nahkoda balik kayaknya sungguh memalukan, yaudah pura2 berani aja hehe.

Kita berlayar ke tengah laut sekitar 30-45 menit, dikejauhan beberapa perahu sejenis membawa wisatawan juga terombang ambing oleh ombak….tak lama kemudian mulai terlihat satu dua lumba-lumba…waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. mantaaabbbbbb…gak lama kemudian beberapa gerombolan lumba2 muncul berlompatan, muncul dari kiri kapal, dari kanan, depan….waaaahhhh nahkoda kapal dengan semangat mengarahkan kapal supaya searah dengan arah lumba2 berenang….. kadang perahu memutar atah mencari lumba2 lain, ombak tinggi sudah nggak kerasa lagi, yang ada cuman perasaan senang melihat lumba2 liar di tengah laut. Akhirnya kesampean juga melihat lumba-lumba di Kiluan bay.

Siangnya tujuan kita adalah ke pulau kelapa, pulau di depan cottage yang pasirnya putih…dan kita akan melihat laguna, tempat orang free fall. Waktu tempuh pake perahu kecil ini cuman sekitar 5-10 menit saja untuk menyebrang, hamparan pasir putih pulau kelapa sungguh indah. Untuk mencapai laguna, kita harus berjalan menyusuritepi pantai dan agak masuk ke hutan, sedikit hiking, jaraknya dari bibir pantai pasir putih kira2 1 KM saja, jalanan menanjak dan berbatu, begitu sampai di ruang terbuka, Subhanallah indahnya pemandangan laut biru dengan beberapa pulau karang kecilnya….

This is Izi Ariesta

Iklan

2 comments

  1. dedzan

    ada part 2 nya gak om?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: