Tangkuban Perahu kocar kacir group 6 Des 2008

Sudah cukup lama nggak touring XC, ada mungkin sekitar 1-2 bulanan. Tanggal 6 Desember kemarin, dimulai lagi touring XC ringan, kebetulan kang Aris ngajak touring dari Tangkuban Perahu-Cikole-Jayagiri-Boscha-Eldorado-Pondok Hijau, kenapa ringan? Yah namanya juga banyak pudunan gitu loh. Komunikasi menggalang massa sudah dimulai sejak 2 minggu minus H, komunikasi lewat e-mail saja karena www.sepedaku.com sedang ko’it. Beberapa goeser Bandung siap turut serta termasuk Om Buche, kang Bayu dan tentu saja de’ Moncroters.

Belum apa-apa, Wak Doktor Arief sudah langsung tanda tangan pake darah mau digoes dari Antapani ke Tangkuban, walah….nekad euy. Tapi berhubung wak Afrik siap ikut serta sambil membawa Mobil Sport 2 pintu (pickup) maka disepakati tim Moncrot kumpul di ITB saja.

Tak diduga, kali ini anggota Moncrot selain tim “eta-eta wae” (Arief, Andi, Afrik, Andri) turut hadir pula Mas Fadzar, mas Budi dan Ihsan darkcrosser, teman TK ku waktu kecil, sampet satu sekolah di SMP2 Bdg dan baru satu sekolah lagi di ITB, cuman beda jurusan saja.

Setelah semua sepeda dan manusia loading di depan ITB berangkatlah kita ke Gn. Tangkuban perahu via dago, mampir sebentar di rumah Ihsan buat ambil tustel gara-gara kamera ana tertinggal di rumah mertua, ya nasib…

Diperjalanan mampir sebentar di Tjikole lihat persiapan HOT, maksudnya mau nunggu rombongan kang Aris, berhubung yang ditunggu gak dateng-dateng akhirnya kita langsung menuju kawah. Sampai di kawah tidak ada tanda2 peserta goes, wah sudah su’uzon saja, jangan2 kita telat dan ditinggal!! Telp HP tak ada sinyal…nasib. Tapi gak lama kemudian kang Aris dkk muncul juga, ternyata beliau sudah sampai duluan dan sempat jalan2 ke kawah naik sepeda.

Akhirnya kita semua bergerak ke Tjikole lewat singletrack baru, dipandu oleh rekan2 dari Lembang MTB Club. Rombongan berjumlah sekitar 16 orang, termasuk Om Guns, Om Awan dan Om Bayuwhy. Di Tjikole sempet icip2 cendol gratis dan testdrive beberapa lineup sepeda Specialilzed baru. Beberapa sa’at kemudian kita bergerak lagi ke atas dikit dan masuk rute Jayagiri alternative. Om Gugun sempet tertinggal karena ban bocor, untung ada kang Bayu yang apal jalan maka ditunggulah beliau. Di depan kelihatannya Tim Lembang, kang Aris dan kang Buche, saya mengambil posisi bek dibelakang bersama Ihsan, ternyata diposisi ini lebih menghibur karena setiap dropoff kecil atau belokan tajam dan turunan ala kadarnya cukup membuat mas Budi jumpalitan dengan berbagai macam gaya, mulai dari gaya india, jatuh diakhiri dengan memeluk pohon sampai gaya jatuh langsung pura2 terima telepon. Bapak satu ini ternyata juga gembira loh jinawi saja goes di hutan Jayagiri, cekakakan, ya ditertawai teman atau malah mentertawai sendiri.  Rute Jayagiri alternative ini tidak becek, tanah cukup empuk, di suatu tempat agak terbuka dan sedikit manurung di hutan pinus, saya coba manual2 dikit, sempet juga dapet barang 2 detik sih (lumayan lah buat bapak-bapak umur 35 seperti saya hehe). Sampai akhirnya kita keluar hutan di cabang Jayagiri standar (yang banyak akar2 itu loh) jalan kampung yang ada warungnya. Disini jalannya cukup lebar, cuman tanah liat. Berhubung saya di dunia sepeda sedang menganbil skripsi di bidang manual. Maka setiap ada lokasi datar dikit langsung di manualin. Cilakanya tanahnya licin banget, entah apa yang terjadi, mungkin saya tarik rem dan Alhamdulillah labuh lah saya dengan memalukannya di dekat warung…. Dan tentu saja disertai dengan gelak tawa pemirsa. Tapi saya tidak terlau malu karena dibelakangpun beberapa goeser termasuk goeser berpengalaman sekalas Bayu Why pun ikut2an jatuh kecil karena kepleset hehe.

Habis istirohat sebentar dan ganti ban bocor karena jatuh kita langsung menuju lembang, dan makan di salah satu restoran…wuiiihhhh nikmaattt…. Secara capek lalu disuguhi makanan khas Sunda….alah…. makan jadi makin lahap.

 

Habis makan ternyata beberapa goeser sudah menghilang termasuk om Bayu Why. Langsung segerombolan goeser turun lewat jalan raya lembang. Mas Fadzar lama bener mulai goesnya sampai akhirnya saya tungguin di belakang. Lalu beliau pun dengan sigapnya mengejar ketinggalan di depan. Saya ikut di belakangnya agak jauh juga. Sampai di suatu belokan saya liat kiri lho rombongannya pada naik ke atas nih, kea rah Boscha, lha mas Fadzar masih ngebut di aspal turun kea rah Bandung… telpon mas Fadzar gak tau, akhirnya saya susul rombongan yang belok dan teriak ke wak Doktor kalau mas Fadzar bablas ke Bandung. Saya pun ikut turun nyusul mas Fadzar…bnegitu tak kejar di turunan, wah mas Fadzar sudah tidak terlihat, kuenceng kayak dikejar setan. Saya sempet bimbang juga, mau balik ke atas sudah turun terlalu jauh nih, capek… gak kuat nanjaknya lagi. Akhirnya saya SMS kang Aris dan wak Doktor kalau saya ikut turun nyusul mas Fadzar dan nunggu di gerbang Eldorado…hiks…gajadi deh nikmatin singletrack Boscha. Akhirnya ketemu juga dengan mas Fadzar, beliau juga nunggu di Eldorado, dan gak lama kemudian rombongan pun tiba dari arah Eldorado bagian dalam. Kita nanjak dikit dan masuk ke kiri, disinilah mulai berantakan rombongannya, ada yang ngebut di depan, ada yang katanya bantuin motor yang jatuh, ada yang nunggu2 lalu bingung harus ambik jalan mana. Akhirnya saya dan beberapa goeser termasuk Mas Fadzar, mas Afrik dan Om Guns cari jalan sendiri kearah kanan, walaupun ada yang sudah tidak sabar untuk segera masuk ke jalan setiabudhi (biar gak nyasar). Berhubung saya pernah lewat jalan sini, akhirnya ketemu juga singletrack sebelah selokan yang menuju ke Pondok hijau dan akhirnya bergabunglah kita disini, Ihsan dan mas Budi hilang entah kemana, sayang sekali padahal didepan ada medan yang mengasyikkan berupa turunan panjang dan miring yang bikin bligidiklah.

 

Di turunan Pondok hijau ini beberapa goeser mencicipi wahana pudunan nurugtug, tercatat seorang goeser Jakarta yang jatuh terguling-guling, tapi aman kok…soalnya alasnya rumput! Sempet dicoba sekali lagi, sekad dorong sepeda ke atas dan meluncur lagi ke bawah kayak anak kecil. Coba mas Budi ikut wah pasti puas sekali beliau.

Habis turunan ini ada turunan curam lain menunggu, sayang hujan keburu turun, dan beberapa goeser lebih memilih jalur aman. Tak lama kemudian hujan deras turun, rombongan makin kocar-kacir saja, sampai rumah kang Aris, para goeser segera ngabur ke rumah masing2, saya bareng om Gugun ke Cimahi lewat Ciwaruga hujan-hujanan euy. Mantab lah. Alhamdulillah saya dan seluruh goeser selamat sampai di rumah dan hanya menyisakan pengalaman yang mengasyikkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: