Palasari 4 12 October 2008 bersama Moncroters

Palasari 4 ini merupakan rute baru Terjal yang baru release beberapa bulan lalu, Roger03, kang Jarambah, Andry Black & White dan Johhny Qesrek sudah duluan  mencicipi trek ini. Kebetulan juga ada acara keluarga istri di Bandung, jadilah trip kemaren ke Bandung merupakan trip Abidin, alias Atas Biaya Dinas he.
Turut mengundang para Genk Moncrot seperti Wak Doktor Arief_Niken, andi uler dan om Afrik, lalu ada om Beruang, Om Indra Anggara, Om BayuWhy, Om Awan (Ian), Om Guzoer dan om Andri Black&White yang ternyata bawa 3 goeser baru, Ekki, angry dan Aria, lalu ada 2 goeser local yang sakti2, dari terjal seperti biasa Eep, Dudi, Aam, siapa lagi ya? kalau saya tidak salah ada yang baru beli sepeda malam sebelumnya. Ada yang sudah beli agak lama tapi cuman dipake disekitaran rumah saja. Apakah mereka akan kuat??? Jangan angap remeh, sampai di Palintang, mereka ternyata masih segar bugar… masih ketawa-ketawa. Maklumlah….kita semua naik pickup hehe.
Tanpa menunggu masak nasi, kita semua segera berangkat lewat makadam nanjak, gila… saya gempor abis euy… entah karena panas atau memang fisik lagi moncrot. Oom Ekki dari atas terlihat nuntun sepeda pelan sekali, kelihatannya sudah habis-habisan. Sampai di cabang Palasari 1,2,3 Para peserta duduk duduk sambil nunggu, ada mungkin sekitar 1 jam, sepeda om Ekky bahkan sampai di joki in sama kang Eep. Karena kondisi sudah tidak memungkinkan akhirnya diputuskan dengan berat hati rombongan om Andry Black & White akan melewati jalan besar turun ke arah Maribaya, beberapa kontingen Terjal ikut mengawal mereka sampai perbatasan Caheum. Mudah-mudahan nanti ada kesaksian yang dituangkan oleh om Andry B&W dalam thread ini.

Mulai masuk punggung gunung, mulai lagi TTB, saya benar2 moncrot euy… capeee banget…Walauakhirnya sampai di tempat start downhill, disini pun istirahat sebentar langsung pada meluncur turun karena rencananya makan siang di sungai. Saya pura2 nungguin kang Dudi Terjal yang anting RD nya patah, padahal mah eungap euyyy…. Setelah agak jauh, debu2 pun mengendap lagi baru saya dan Dudi meluncur ke bawah. Sejak bulan ramadhan lalu, saya selalu goes naik Inlander Busuk, hampir tiap hari malah, nah sekarang ini baru sekali saya pegang panci lagi, dan ternyata perlu penyesuaian lagi…agak kagok lagi, wah…. Kurang pede euy…hal ini membuat saya makin yakin bahwa permainan terbaik hanya didapat kalau kita stick to one bike, mungkin kalau punya 2 sepeda atau lebih tapi geometrinya mirip sih nggak masalah, lha saya yang satu setingannya  street satu lagi DH…jauuhh meeennn.
Akhirnya di turunan Ella saya pun nggak berani lepas rem dari atas…takut dikusruk ah…. So Lame…. Habis dari sini turun sedikit lalu belok ke kanan…om Beruang saking ngebutnya bablas lewat rute Palasari 1 yang klasik, sendirian dia hahaha, saya coba telpon ternyata HP nya tidak aktif.
Trek yang menantang berikutnya adalah jalur silet, sebelah kanan selokan, sebelah kiri kebon yang ketinggiannya sekitar 2 meter dibawah, lebar pematangnya hanya sekitar 15-20 cm saja. Benar2 Trail Frustated nih, harus tetap jalan karena kalau kaki kanan turun bakal masuk selokan, kalau kaki kiri turun…mau turun kemana? Wong tanah di bawahnya 2 meteran kekeke dan saya berhasil tigebros alias ban depan terlalu kiri lalu tanahnya longsor, jadilah saya avalanche kecil2an bersama si discovery… seketika saya terperosok meledak lah tawa para penonton diatas, ternyata banyak anak2 kecil lagi pada nongkrong. Lumayan amal dengan memberikan pertunjukan komedi slapstik hehe.
Trek berikutnya masuk kebon dengan di iringi naik turun bukit, saya benar2 moncrot euy… keram sekujur tubuh haha Apalagi ditambah kasus nyasarnya sebagian rombongan yang dipimpin oleh Wak Haji Doktor Arief yang goes ngebut ke arah bawah…dan ternyata yang didapat bukan kang Eep, tetapi para gadis2 belia sedang mandi…weleh…waktu memang menunjukkan pukul 3-4 sore, waktunya mandi bo’ Wak Arief hanya bisa cekakak cekikik, lha yang sial ya harus balik naik ke atas TTB…walaaahhh…mana tadi belum begitu jelas juga hihihi.
Lalu masuk jalan aspal caringin tilu, disini ada pemandangan yang sangat memalukan, 3 goeser paling belakang semuanya pake kaos Moncrot TTB dengan wajah yang sangat menghawatirkan…hahaha, cuman Wak Arief saja yang goes di depan. Dari sini mulai masuk lokasi trek Tamiya, dinamakan trek tamiya karena belok2 tajam dengan berm yang tinggi2…. Disini kita bisa maen drifting2an, belok sambil lock rem belakang….bikin kebul goeser yang ada di belakang. Kebetulan saya ada di belakang om Beruang, asyik juga liat beliau meliuk-liuk yang diselingi terbang2…mirip liat Beruang Sirkus heh sampai suatu ketika entah apa yang terjadi dengan om Gerhard (beruang), beliau agak ngerem dan saya langsung ngerem juga sambil banting agak ke kanan….sial…di kanan ada lubang euy….terjadilah kasus Tijuralit alias jumpalitan….heran, saya biasanya termasuk jarang endo lho… tapi kemaren kejadian juga euy.
Masih diselingi beberapa kali nanjak, saya sudah keram sana sini…waahhh payah deeehhh…. Rute Palasari 4 ini saya benar2 habis….belum pernah di Palasari saya gempor begini, benar2 kena kutukan dewa Moncrot!!!

Berhubung lelet, upload dari rumah, ini saya beri gambar dayang2 lagi pada mandi saja dulu dan orang yang bertanggung jawab memberikan jalur sesat ya yang wajahnya kepotong di kanan ini…hehehe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: