Gn. Palasari Bandung 11 November 2007

Saya, Wak Doktor, Tiyo, Galih B2W Bdg dan beberapa teman Terjal yang “katanya” asam uratnya kambuh segera naik pickup. Kang Eep dan beberapa goeser lain segera tancap gas mboseh dari bawah! Edan. Perjalanan naik pickup nanjak sekali, setelah beberapa KM jalan aspal, mulailah jalan makadam yang menanjak. Kalau saya boseh dari bawah, mungkin pingsan dijalan hehe. Saya yang masih cupu ini menganggap tanjakan ngehe adalah tanjakan yg berat, compare to this…. ngehe gak ada apa-apanya. Rasanya setengah jam badan dan pantat kita semua pada tepos gara2 dibanting2 pickup dan jalanan yang batunya segede-gede audubilah. Gak lama kemudian kita sampai di desa terakhir, di tengah perjalanan beberapa teman2 Terjal yang goes dari bawah masih berjuang untuk boseh ke desa terakhir. Alhamdulillah cuaca hujan yang kita khawatirkan tidak terjadi, pagi itu cerah sekali, walaupun cukup berawan tapi birunya langit plus hijaunya hutan bukit2 pegunungan palasari menambah indah pemandangan. Sekitar jam 10 pagi barulah beberapa teman Terjal nyampe di desa terakhir. Ternyata menu wajib setelah goes dari bawah adalah nasi liwet plus tahu tempe dan ikan asin tambah sambel. Harusnya kalau habis goes dari bawah mati-matian, makan terasa nikmat banget, lha gimana gak nikmat, saya yang naek pickup aja ngerasain enaknya makan nasi liwet kok.

Tepat jam 11 siang kita sudah siap menuju pegunungan palasari, agak kesiangan memang. Begitu start langsung tanjakan makadam berkelok-kelok mengikuti kontur bukit pegunungan palasari. Sepeda panci plus fork Marzocchi Bomber 66 pinjeman Sonta “hippo” terasa nggak enak. Mungkin karena saya gak biasa pake fork ringan, steering jadi sangat liar dan ringan, ban depan mudah sekali terangkat begitu kena batu. Capeee sekali… tiada jalan lain kecuali TTB, pemandangan ke bawah lembah sangat indah, dikejauhan tampak desa terakhir, udara sejuk dan menyegarkan, tapi keringat deras menetes bikin mata pedih. Duh si panci terasa berat sekali. Ampun deh… pengen rasanya ganti Santacruz. Memang ringan sepedanya, tapi kayaknya berat di kantong hueheuheu. Saya goes di belakang bersama Agus dan Teten (sibegu). Sambil ambil napas, saya sempetin foto2 pemandangan yang suangat uindah ini. Mumpung cuaca cerah.

Kurang lebih 1 jam saya disiksa perjalanan yang melelahkan. Kita sampai di persimpangan Palsari 1 dan Palasari 2. Palasari 1 adalah rute terus nanjak ke puncak Gn. Palasari, lalu downhill ke Bandung. konon lebih extreme. Entah mengapa kang Eep menyarankan untuk langsung ambil turunan singletrack. Palasari 2! Mungkin karena sebelumnya saya pesen untuk dicarikan trek yang banyak singletracknya. Atau jangan2 karena beliau gak tega melihat saya kepayahan ndorong2 panci? hehe. Terlihat wak doktor sudah istirahat duluan. Saya acungin jempol deh buat wak doktor ternyata beliau memang maniak tanjakan.

Dari turunan singletrack ini, barulah kita bisa bersenang-senang maen sepeda, jalan setapak tanah empuk dilibas tanpa boseh dengan kecepatan agak tinggi, meliuk-liuk dengan sepeda disisi bukit, nengok bawah dikit, entah lembah entah semak2 gak kauran. Gak lama kita masuk turunan singletrack diantara hutan pinus…wuiihhh indah, dan mantab! Beberapa menit kemudian kita sampai di tempat peristirahatan pertama di tengah hutan pinus, waktu istirahat ini dipakai buat sholat Zhuhur dan makan makanan kecil.

Setelah beristirahat, perjalanan dilanjutkan dengan masih melalui singletrack di tengah hutan pinus yang indah…sesekali harus melewati jalur kali kecil yang airnya keruh karena dilindes roda motocross dan sepeda MTB.

Beberapa menit kemudian kita sampai di punggung bukit lain di tengah hutan pinus buat istirahat, disini kang Eep mengeluarkan termos ajaibnya yang berisi kopi panas…. wuiihh jadi teringat masa-masa naik gunung dulu. Dan rasa kopinya bener2 nikmat apalagi dinikmati bersama-sama. Wak haji iseng nyobain panci dan fork pinjeman seharga 5 jutaan, nyobain drop off dan diakhiri dengan ban depan masuk lubang dan terjungkal lah sang Doktor diiringi gelak tawa teman2 yang lain. Perjalanan terhambat karena beberapa geng motocross melintas. Hutan pinus yang rindang, tidak hujan, cuaca sejuk wah nikmat sekali perjalanan ini, Alhamdulillah: Turunan singletrack jadi rusak gara2 dipacul ban2 motocross, bikin trek makin menantang saya, beberapa orang tikusruk, tijalikeuh, tigorobas dan tijungkel seperti biasa. Beberapa gambar bloopers bisa dilihat di bagian foto2 di multiply ini.

Dari sini kita masih melalui turunan singletrack berikutnya, sampi ke jalan makadam lagi. Dari jalan makadam ini kontur agak menanjak dan bikin tu’ur serasa mau copot kaki keram, gigi senut-senut, wah semua kerasa deh, terpaksa…TTB lagi. Sekitar sejam nanjak, akhirnya kita sampai di persimpangan turunan Palasari-1. Yang langsung turunan singletrack di tengah-tengah kebun. Di bawah terlihat pemandangan kota bandung, di kiri kanan tanah perkebunan yang baru ditanam, dibelakang pegunungan Palasari. Pemandangannya wuiiihhh mantab sekaleeee… Coba tengok gambar si Discovery:

Dari persimpangan ini kita turun lagi-lagi singletrack di tengah2 kebun. Kadang-kadang sebelah kiri tanah yang jeblos sekitar 2-3 meter, sebelah kanan kebun orang, bikin meliauk-liuk dengan sepeda harus dengan konsentrasi tinggi. Rem depan, rem belakang, steering dan keseimbangan benar2 dibutuhkan. Makin cepat makin nikmat. Ada perasa’an ngeri, takut kalau jatuh tapi begitu bisa melewati beberapa obstacle yang agak berbahaya rasanya LUAR BIASA. Ini lah nikmatnya bersepeda.Selepas singletrack ujung2 nya jalan aspal turunan, yang menuju ke sukamiskin. Tembus ke jalan raya ujung berung. Sungguh sebuah perjalanan yang super duper maknyus. Pemandangan indah, singletrack panjang, temen2 yang baik dan sepeda yang nggak nyusahin hehe

Special thanks buat kang Aris Roger Bagen yang sudah ngasih contack kang Eep Terjal. Thanks buat om Tiyo BAM yang udah nemenin goes di Bandung dan tentu saja, sang Kuncen Bandung timur, kang Eep Terjal. Kalau anda ingin mencoba trek Manglayang, Palasari, Bukit tunggul, lembang dsk, Sila hubungi kang Eep. Trek Palasari 2 dianggap trek paling nikmat. Minat mencari yang lebih extreme? silakan ke Manglayang, palasari1 dan lokasi lainnya. -Ride Hard, Sleep Well-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: