Trip report, April 22, 2007 Rindu Alam-Gadog

Awalnya saya memang nggak akan ikut, maklum tangan bekas jatoh minggu lalu belum sembuh, masih nyeri, tapi daripada weekend nggak goes terus sakaw selama 1 minggu penuh, diputuskanlah untuk nekad ikut!
Perjalanan dimulai dari depan BTC Bintaro, beberapa sepeda di load ke mobil coupe putih yang disupiri Oom Umbul, kumpul di Restoran Rindu Alam, dengan tidak lupa sarapan dulu, tapi bukan di Rindu Alamnya loh, di pinggirnya dikit hueheu. Gak lama Oom Hippo dan temennya yang mau diracuni sepeda ikut bergabung, siapa namanya ya oom Hippo, lupa ane šŸ™‚

Hampir semua peserta yang berjumlah 32 biji ini menggunakan sepeda pulcus, hanya ada segelintir hardcore hardtail yang nekad ikutan. Kali ini bike of the month disandang oleh Oom -sBa- yang tiba2 muncul dengan silent projectnya: Orange Grifendor (tolong koreksi Oom kalau namanya salah hehe). Moment kali ini juga digunakan untuk arena test drive beberapa komponen, sebut saja rem hidrolik tektro auriga comp, fork launch yang dimodif menggunakan per Kawasaki Ninja, jersey oom Sart, sukoco, dan apa lagi ya? silakan ditambahkan kalau ada yang kurang. Ini adalah kali pertamanya saya ikutan maen ke Puncak, mayoritas trek yang berbatu khas jalan gunung ini memakan korban 4 buah sepeda yang bannya gembos atau pecah. Rute melewati hutan dipenuhi dengan jalanan becek, hujan gerimis di pegunungan teh membuat suasana tambah asoy. Ngehe 1 berhasil dilewati dengan sukses oleh beberapa maniak uphiller. Walaupun ada juga perbuatan yang kurang terdidik, misalnya: nyiksa motor tukang ojek yang dinaiki 3 orang sekaligus, sampai mempekerjakan anak2 dibawah umur. Anak2 ini cukup gesit untuk mencari tambahan jajan dengan “nge joki”. Memasuki turunan aspal, mulailah Oom Madrace geber KHS nya sekalian ngetest Tektro nya. Ditengah perjalanan hujan lebat melanda, menambah asiknya naik sepeda hujan-hujanan, plus aer got yang pada nyiprat ke wajah.
Mulai jalan di gadok sekitar jam 8 dan finish di tempat yang sama sekitar jam 2. Total jarak tempuh sekitar 30 KM. Perjalanan diakhiri dengan makan siang kesorean sama2 di restoran padang. Buru2 deh ke Jakarta buat ngejar acara Rossy.

Menurut pendapat peribadi saya rute puncak ini cukup menyakitkan, secara trek yg mayoritas berbatuan plus tangan belum sembuh ditambah naik sepeda fulsus dengan travel 0″ alias hardtail maaannn….Tapi tetep happy… Kalau nilai rute Lido Bedogol 9, dan nilai rute Gn Sindur AKA Cise’eng 5, maka rute puncak kali ini saya kasih nilai 7 saja hehe.

Review dari saya: Sadel WTB Pure race seharga 250rb ini uenak bener, jauh banget dengan sadel United saya yang sebelumnya. Pedal Zeray sangat mengecewakan, ambrol sebelah di tengah jalan. Rem kombinasi alivio dan mx1 juga kurang mantap diturunan. Sisanya sih ok-ok aja.

Special thanks buat Oom -sBa- yang sudah kasih tumpangan ke saya. Thanks to all of you guys.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: